Latest Products
Tampilkan postingan dengan label agen propolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agen propolis. Tampilkan semua postingan

Epilepsi Bukan Penyakit Menular

Bukan Penyakit Menular, Jangan Kucilkan Penyandang Epilepsi

Jakarta, Meski epilepsi atau ayan sudah dikenal lama tapi pemahaman tentang penyakit ini masih rendah salah satunya mengira epilepsi adalah penyakit menular. Padahal epilepsi bukanlah penyakit menular sehingga penyandangnya tak perlu dikucilkan.

Banyak orang yang memiliki pandangan epilepsi adalah penyakit kutukan, kena guna-guna, kerasukan roh, dapat menular melalui air liur yang dikeluarkan serta tidak boleh terkena air atau dekat api. Namun semua anggapan itu tidaklah benar.

Kondisi ini membuat penyandang epilepsi kadang dikucilkan dari lingkungan dan membuatnya merasa tertekan serta depresi. Padahal epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga bisa hidup normal.

“Epilepsi sama sekali tidak menular dan bukan penyakit menular. Dengan demikian, jangan sekali-kali mengucilkan penyandang epilepsi,” ujar Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI dalam acara seminar media ‘Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi’ di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Dr Hardiono menuturkan ada pasangan yang tidak jadi menikah setelah tahu si perempuan memiliki epilepsi. Padahal tidak terdapat kaitan yang jelas antara orangtua yang epilepsi dengan anak-anaknya yang menyandang epilepsi.

Sementara itu dr Lyna Soertidewi, SpS(K) MEpid dari Departemen ilmu penyakit saraf UI menuturkan perempuan yang epilepsi bisa melakukan pengobatan yang optimum sebelum hamil.

Jika ingin hamil maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter, melakukan perubahan pengobatan 6 bulan sebelum hamil lalu ditambah dengan asam folat dan mengonsumsi obat anti epilepsi.

“Wanita hamil dengan epilepsi yang menghentikan sendiri pengobatannya bisa berakibat fatal baik untuk ibu maupun janinnya, karena kalau ia mengalami kejang-kejang bisa menyebabkan kurang oksigen,” ujar dr Lyna.

Perempuan dengan epilepsi seringkali takut bila calon suaminya mengetahui bahwa ia memiliki epilepsi, karena jika anaknya cacat maka ia akan disalahkan oleh suami dan keluarganya.

Sementara itu dr Irawati Hawari, SpS, Ketua Yayasan Epilepsi Indonesia menuturkan perlu mengubah cara pandang masyarakat tentang epilepsi dan menghapus stigma negatif bahwa epilepsi adalah penyakit memalukan bagi keluarga.

“Perlu meningkatkan kepedulian kita terutama orangtua dan keluarga terhadap penyandang epilepsi sehingga mereka bisa memiliki kualitas hidup yang baik,” ujar dr Ira.

Jika menemukan ada orang yang terkena serangan kejang epilepsi, Dr Hardiono memberikan beberapa tips pertolongan yaitu:

1. Miringkan pasien, agar ketika ia muntah tidak masuk lagi karena kalau masuk ke paru-paru bisa merusak
2. Melonggarkan pakaian atau baju yang digunakan dan melindunginya dari benda-benda tajam
3. Jangan dipegang atau menahan gerakan yang bersangkutan karena bisa membuat patah tulang
4. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut karena tidak ada gunanya
5. Bila keadaan berbahaya, segera bawa ke rumah sakit dan hubungi dokter.

Bukan Penyakit Menular, Jangan Kucilkan Penyandang Epilepsi

Jakarta, Meski epilepsi atau ayan sudah dikenal lama tapi pemahaman tentang penyakit ini masih rendah salah satunya mengira epilepsi adalah penyakit menular. Padahal epilepsi bukanlah penyakit menular sehingga penyandangnya tak perlu dikucilkan.

Banyak orang yang memiliki pandangan epilepsi adalah penyakit kutukan, kena guna-guna, kerasukan roh, dapat menular melalui air liur yang dikeluarkan serta tidak boleh terkena air atau dekat api. Namun semua anggapan itu tidaklah benar.

Kondisi ini membuat penyandang epilepsi kadang dikucilkan dari lingkungan dan membuatnya merasa tertekan serta depresi. Padahal epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga bisa hidup normal.

“Epilepsi sama sekali tidak menular dan bukan penyakit menular. Dengan demikian, jangan sekali-kali mengucilkan penyandang epilepsi,” ujar Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI dalam acara seminar media ‘Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi’ di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Dr Hardiono menuturkan ada pasangan yang tidak jadi menikah setelah tahu si perempuan memiliki epilepsi. Padahal tidak terdapat kaitan yang jelas antara orangtua yang epilepsi dengan anak-anaknya yang menyandang epilepsi.

Sementara itu dr Lyna Soertidewi, SpS(K) MEpid dari Departemen ilmu penyakit saraf UI menuturkan perempuan yang epilepsi bisa melakukan pengobatan yang optimum sebelum hamil.

Jika ingin hamil maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter, melakukan perubahan pengobatan 6 bulan sebelum hamil lalu ditambah dengan asam folat dan mengonsumsi obat anti epilepsi.

“Wanita hamil dengan epilepsi yang menghentikan sendiri pengobatannya bisa berakibat fatal baik untuk ibu maupun janinnya, karena kalau ia mengalami kejang-kejang bisa menyebabkan kurang oksigen,” ujar dr Lyna.

Perempuan dengan epilepsi seringkali takut bila calon suaminya mengetahui bahwa ia memiliki epilepsi, karena jika anaknya cacat maka ia akan disalahkan oleh suami dan keluarganya.

Sementara itu dr Irawati Hawari, SpS, Ketua Yayasan Epilepsi Indonesia menuturkan perlu mengubah cara pandang masyarakat tentang epilepsi dan menghapus stigma negatif bahwa epilepsi adalah penyakit memalukan bagi keluarga.

“Perlu meningkatkan kepedulian kita terutama orangtua dan keluarga terhadap penyandang epilepsi sehingga mereka bisa memiliki kualitas hidup yang baik,” ujar dr Ira.

Jika menemukan ada orang yang terkena serangan kejang epilepsi, Dr Hardiono memberikan beberapa tips pertolongan yaitu:

1. Miringkan pasien, agar ketika ia muntah tidak masuk lagi karena kalau masuk ke paru-paru bisa merusak
2. Melonggarkan pakaian atau baju yang digunakan dan melindunginya dari benda-benda tajam
3. Jangan dipegang atau menahan gerakan yang bersangkutan karena bisa membuat patah tulang
4. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut karena tidak ada gunanya
5. Bila keadaan berbahaya, segera bawa ke rumah sakit dan hubungi dokter.
Detail

Deteksi Kanker Serviks Cara Murah

Terapi Asam Cuka Deteksi Kanker Serviks

Asam cuka ternyata tidak hanya menambah rasa sedap dalam masakan, tapi juga berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka ini disebut metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005.

Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.

Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.

Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.

Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.

“Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA,” tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.
Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.

Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.

Terapi Asam Cuka Deteksi Kanker Serviks

Asam cuka ternyata tidak hanya menambah rasa sedap dalam masakan, tapi juga berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka ini disebut metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005.

Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.

Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.

Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.

Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.

“Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA,” tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.
Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.

Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.

Detail

Kapan Penyebab Malaria Ditemukan ?

Penyebab Malaria Ditemukan Pada Tahun 1880 Oleh Dr Alphonse Laveran

PENYEBAB berjangkitnya wabah malaria berhasil ditemukan oleh Dr Alphonse Laveran dari Prancis. Dr Laveran melakukan banyak penelitian terhadap haematozoa, sporozoa, dan trypanosome. Pada 1907, dia dianugerahi Nobel atas penelitiannya terhadap aktivitas protozoa dalam menyebabkan penyakit. Dia kemudian melakukan penelitian terhadap penyakit malaria dengan mengunjungi berbagai daerah yang terjangkit malaria di Prancis. Akhirnya, pada 1880, Laveran menemukan bahwa penyakit malaria bersumber dari protozoa parasit dari jenis plasmodium yang dibawa oleh nyamuk anofeles. Nyamuk ini suka menggigit dalam posisi menungging alias posisi badan, mulut, dan jarum yang dibenamkan ke kulit manusia dalam keadaan segaris. Gejala malaria ditandai demam berkala, menggigil, dan berkeringat. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Penyebab Malaria Ditemukan Pada Tahun 1880 Oleh Dr Alphonse Laveran

PENYEBAB berjangkitnya wabah malaria berhasil ditemukan oleh Dr Alphonse Laveran dari Prancis. Dr Laveran melakukan banyak penelitian terhadap haematozoa, sporozoa, dan trypanosome. Pada 1907, dia dianugerahi Nobel atas penelitiannya terhadap aktivitas protozoa dalam menyebabkan penyakit. Dia kemudian melakukan penelitian terhadap penyakit malaria dengan mengunjungi berbagai daerah yang terjangkit malaria di Prancis. Akhirnya, pada 1880, Laveran menemukan bahwa penyakit malaria bersumber dari protozoa parasit dari jenis plasmodium yang dibawa oleh nyamuk anofeles. Nyamuk ini suka menggigit dalam posisi menungging alias posisi badan, mulut, dan jarum yang dibenamkan ke kulit manusia dalam keadaan segaris. Gejala malaria ditandai demam berkala, menggigil, dan berkeringat. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.
Detail

Paracetamol Berbahaya Pada Anak ?

Awas! Paracetamol Ternyata Berbahaya pada Anak


Sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa selain masalah udara, paracetamol ternyata juga dapat memperparah gejala asma yang sudah ada pada anak dan orang dewasa.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam journal Pediatrics menghubungkan paracetamol dengan dampak asma. Penelitian yang ditulis oleh Dr John McBridge ini mengutip penelitian sebelumnya yang melibatkan 520.000 anak di 54 negara.

Peneliti menemukan risiko peningkatan asma naik mencapai 60 persen pada anak berusia 6-7 tahun. Risiko akan naik menjadi tiga kali lipat pada anak-anak yang minum obat ini sebulan sekali.

“Saya memutuskan untuk melakukan apa yang saya bisa lakukan untuk memastikan bahwa dokter anak dan dokter lainnya menyadari bahwa hanya dengan menghindari acetaminophen (parasetamol) secara signifikan membuat perbedaan bagi penderita asma, selain obat ini efektif untuk meredakan demam dan nyeri,” ungkap Dr. McBridge seperti dikutip Dailymail.

Penelitian lainnya menggunakan metode yang sama dengan melibatkan anak berusia 13-14 tahun. Dan hasilnya menunjukkan bahwa para remaja memiliki risiko terkena asma hingga 40 persen. Risiko akan naik menjadi dua kali lipat pada remaja yang minum paracetamol sebulan sekali.

Para ahli asma menyimpulkan bahwa paracetamol meningkatkan risiko asma dan semakin memperburuk gejala asma yang sudah ada pada penderitanya, baik bagi anak-anak maupun para orang dewasa.

Dr. Fernando Holguin dari University of Pittsburgh Medical Center menambahkan bahwa paracetamol merupakan obat yang bisa meningkatkan risiko secara umum dan para orangtua harus lebih berhati-hati ketika memberikan obat.

“Saya kira orang-orang justru salah tanggap bahwa apapun yang dijual di luar sana berarti aman dan layak untuk digunakan. Justru itu salah besar,” tambahnya. 

Awas! Paracetamol Ternyata Berbahaya pada Anak


Sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa selain masalah udara, paracetamol ternyata juga dapat memperparah gejala asma yang sudah ada pada anak dan orang dewasa.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam journal Pediatrics menghubungkan paracetamol dengan dampak asma. Penelitian yang ditulis oleh Dr John McBridge ini mengutip penelitian sebelumnya yang melibatkan 520.000 anak di 54 negara.

Peneliti menemukan risiko peningkatan asma naik mencapai 60 persen pada anak berusia 6-7 tahun. Risiko akan naik menjadi tiga kali lipat pada anak-anak yang minum obat ini sebulan sekali.

“Saya memutuskan untuk melakukan apa yang saya bisa lakukan untuk memastikan bahwa dokter anak dan dokter lainnya menyadari bahwa hanya dengan menghindari acetaminophen (parasetamol) secara signifikan membuat perbedaan bagi penderita asma, selain obat ini efektif untuk meredakan demam dan nyeri,” ungkap Dr. McBridge seperti dikutip Dailymail.

Penelitian lainnya menggunakan metode yang sama dengan melibatkan anak berusia 13-14 tahun. Dan hasilnya menunjukkan bahwa para remaja memiliki risiko terkena asma hingga 40 persen. Risiko akan naik menjadi dua kali lipat pada remaja yang minum paracetamol sebulan sekali.

Para ahli asma menyimpulkan bahwa paracetamol meningkatkan risiko asma dan semakin memperburuk gejala asma yang sudah ada pada penderitanya, baik bagi anak-anak maupun para orang dewasa.

Dr. Fernando Holguin dari University of Pittsburgh Medical Center menambahkan bahwa paracetamol merupakan obat yang bisa meningkatkan risiko secara umum dan para orangtua harus lebih berhati-hati ketika memberikan obat.

“Saya kira orang-orang justru salah tanggap bahwa apapun yang dijual di luar sana berarti aman dan layak untuk digunakan. Justru itu salah besar,” tambahnya. 
Detail

Kesehatan Jantung

Yuk, Sayangi Jantung Kita

Jantung adalah organ vital bagi manusia. Organ sebesar kepalan tangan ini bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam aliran darah ini terkandung oksigen dan nutrisi untuk seluruh tubuh. Namun sayangnya, gaya hidup saat ini justru merusak kerja jantung. Gaya hidup tidak sehat menyebabkan tiap orang memiliki risiko yang sama untuk terkena penyakit jantung.

Untuk mencegah hal ini, Pauline Endang Praptini, spesialis gizi klinik RSUP Fatmawati, yang ditemui beberapa waktu lalu, mengungkap sejumlah tips agar jantung kita tetap sehat. Berikut di antaranya:

Pola pikir sehat
Ini terletak pada kecerdasan seseorang mengatur emosi. “Jangan mudah marah,” ungkap Pauline. Karena saat seseorang sedang marah hormon akan bekerja lebih keras, tekanan darah juga naik akibatnya lebih mudah terkena serangan jantung. “Ada kenalan saya usianya 48. Sebelumnya dia sudah ada riwayat jantung. Pada suatu hari dia marah tak terkendali dan langsung meninggal karena stroke.”

Istirahat cukup
Pauline menyarankan tidur yang cukup. “Tidur adalah istirahat tak tergantikan. Tidak bisa menggantikan waktu tidur dengan menonton televisi misalnya. Karena saat tidur sel – sel yang rusak diperbaiki secara alami oleh tubuh.” Oleh karena itu jika seseorang tidak cukup tidur maka metabolisme orang tersebut akan terganggu.

Olahraga
Ini menjadi satu-satunya saran Pauline untuk aktivitas sehat. “Tentunya olahraga yang cukup dan rutin.” Pauline menyarankan olahraga empat sampai enam kali seminggu. “Cukup empat puluh lima menit sampai satu jam. Tidak perlu terlalu lama.”

Pola makan sehat
Pauline menyebutnya sebagai 3 J, “Terdiri atas jumlah, jenis, dan jadwal.” Pauline menyarankan untuk memulai hari dengan sarapan. “Kalau sarapan mungkin cukup dengan nasi, sayur, dan lauk seadanya. Tapi kalau tidak sarapan begitu sampai di kantor kita beli gorengan. Dalam gorengan kolesterolnya tinggi terutama yang digoreng dengan jelantah. Atau, begitu makan siang, makanan satu meja dimakan semua.” Pengaturan jadwal makan akan memperingan kerja lambung dan memperkecil resiko diabetes. “Karena kita makan sesuai porsi. Porsi makan sebaiknya kecil tapi sering. Selain itu, semakin tua porsi makan kita akan semakin sedikit.” Jadwal makan ideal adalah, tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan.

Awas karbohidrat
Pauline menyarankan pengaturan karbohidrat untuk pola jenis makanan. “Karena karbohidrat adalah sumber energi utama. Satu gram karbohidrat menghasilakn energi empat kilo kalori. Terdiri atas dua jenis yaitu sederhana dan kompleks. Jumlah paling banyak untuk dikonsumsi adalah 55 sampai 65 persen dari kalori total. Lebih menguntungkan mengkonsumsi karbohidrat kompleks.”

Tidak merokok
Bisa dipastikan merokok bakal berdampak buruk pada kesehatan kita.

Yuk, Sayangi Jantung Kita

Jantung adalah organ vital bagi manusia. Organ sebesar kepalan tangan ini bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam aliran darah ini terkandung oksigen dan nutrisi untuk seluruh tubuh. Namun sayangnya, gaya hidup saat ini justru merusak kerja jantung. Gaya hidup tidak sehat menyebabkan tiap orang memiliki risiko yang sama untuk terkena penyakit jantung.

Untuk mencegah hal ini, Pauline Endang Praptini, spesialis gizi klinik RSUP Fatmawati, yang ditemui beberapa waktu lalu, mengungkap sejumlah tips agar jantung kita tetap sehat. Berikut di antaranya:

Pola pikir sehat
Ini terletak pada kecerdasan seseorang mengatur emosi. “Jangan mudah marah,” ungkap Pauline. Karena saat seseorang sedang marah hormon akan bekerja lebih keras, tekanan darah juga naik akibatnya lebih mudah terkena serangan jantung. “Ada kenalan saya usianya 48. Sebelumnya dia sudah ada riwayat jantung. Pada suatu hari dia marah tak terkendali dan langsung meninggal karena stroke.”

Istirahat cukup
Pauline menyarankan tidur yang cukup. “Tidur adalah istirahat tak tergantikan. Tidak bisa menggantikan waktu tidur dengan menonton televisi misalnya. Karena saat tidur sel – sel yang rusak diperbaiki secara alami oleh tubuh.” Oleh karena itu jika seseorang tidak cukup tidur maka metabolisme orang tersebut akan terganggu.

Olahraga
Ini menjadi satu-satunya saran Pauline untuk aktivitas sehat. “Tentunya olahraga yang cukup dan rutin.” Pauline menyarankan olahraga empat sampai enam kali seminggu. “Cukup empat puluh lima menit sampai satu jam. Tidak perlu terlalu lama.”

Pola makan sehat
Pauline menyebutnya sebagai 3 J, “Terdiri atas jumlah, jenis, dan jadwal.” Pauline menyarankan untuk memulai hari dengan sarapan. “Kalau sarapan mungkin cukup dengan nasi, sayur, dan lauk seadanya. Tapi kalau tidak sarapan begitu sampai di kantor kita beli gorengan. Dalam gorengan kolesterolnya tinggi terutama yang digoreng dengan jelantah. Atau, begitu makan siang, makanan satu meja dimakan semua.” Pengaturan jadwal makan akan memperingan kerja lambung dan memperkecil resiko diabetes. “Karena kita makan sesuai porsi. Porsi makan sebaiknya kecil tapi sering. Selain itu, semakin tua porsi makan kita akan semakin sedikit.” Jadwal makan ideal adalah, tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan.

Awas karbohidrat
Pauline menyarankan pengaturan karbohidrat untuk pola jenis makanan. “Karena karbohidrat adalah sumber energi utama. Satu gram karbohidrat menghasilakn energi empat kilo kalori. Terdiri atas dua jenis yaitu sederhana dan kompleks. Jumlah paling banyak untuk dikonsumsi adalah 55 sampai 65 persen dari kalori total. Lebih menguntungkan mengkonsumsi karbohidrat kompleks.”

Tidak merokok
Bisa dipastikan merokok bakal berdampak buruk pada kesehatan kita.
Detail

Pertanda Serangan Migren

 

7 Pertanda Anda Sakit Migren

Migren salah satu jenis sakit kepala yang banyak dikeluhkan. Serangan migren terasa menyiksa karena gejala yang dialami bukan sekedar sakit kepala biasa. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab migren.
Serangan migren unik dan bisa saja berbeda pada setiap individu. Ada beberapa tanda atau gejala yang biasanya terjadi beberapa hari sebelum migren menyerang. Menurut Robert Cowan, MD, spesialis saraf dari Stanford University School of Medicine, kunci untuk mengetahui penyebab timbulnya migren adalah memperhatikan lingkungan sekitar dan memahami apa yang dapat memicu sakit kepala.
Berikut ini adalah beberapa tanda umum serangan migren yang patut Anda waspadai :

1. Menguap

Satu atau dua hari sebelum serangan migren, Anda mungkin akan lebih sering menguap dari biasanya. Bagi kebanyakan, kondisi ini seringkali mengganggu, tetapi hal ini dapat menjadi sinyal atau peringatan kepada anda untuk mengawali upaya pengobatan migrain. Tanda-tanda peringatan dini lain yang umumnya terjadi bersamaan dengan menguap adalah retensi cairan, ketagihan makanan, kelelahan, haus, dan perubahan kepribadian, kata Dr Cowan.

2. Aura

Aura adalah semacam efek yang menyebabkan gangguan penglihatan. Penderita migern biasanya mengalami gangguan pandangan berupa titik hitam, garis, berkunang-kunang, dan kilatan cahaya. Gangguan pengelihatan (pandangan kabur) harus diwaspadai sebagai tanda bakal munculnya serangan migren.
Pada perempuan premenopause, aura bahkan harus lebih diwaspadai. Pasalnya, mengalami aura sebelum migren dapat meningkatkan risiko terkena stroke. “Kami menyarankan perempuan untuk tidak merokok atau meminum pil KB atau melakukan apapun yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Cowan.

3. Mual

Beberapa tanda dan gejala pada penderita migren umumnya bervariasi. Mual adalah komponen kunci dari pencetus migren. “Jika Anda mengalami sakit kepala tanpa rasa mual, Anda tidak memiliki migrain,” kata Cowan. Selain mual, gangguan pencernaan lain seperti muntah dan diare patut diwaspadai.

4. Nyeri pada satu sisi kepala

Sakit kepala karena tegang atau sakit kepala jenis lain cenderung menyebabkan sakit kepala menyeluruh, atau setidaknya merata pada kedua sisi. Nyeri pada satu sisi kepala yang disertai mual merupakan salah satu pertanda Anda terkena migren dan bukan jenis sakit kepala lainnya.
Sakit migren umumnya semakin parah bila ditambah aktivitas fisik. Penderita migren juga dapat mengalami rasa sakit seperti berdenyut, merasa dipukuli, ditarik-tarik, lemas, sehingga sulit untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.

5. Sensitif terhadap cahaya

Orang yang memiliki migren sering mengeluh sakit kepala yang disertai dengan sensitivitas akut terhadap kebisingan atau cahaya. Bagi sebagian orang, cahaya, suara, dan bau tertentu juga dapat memicu migren. Cowan menjelaskan bahwa orang yang mengalami migren cenderung memiliki batang otak yang terlalu aktif.

6. Perubahan sensasi

Perubahan sensasi seperti merasa kesemutan pada tangan atau kaki, atau mati rasa pada lengan, kaki, atau bagian dari wajah Anda, semuanya berkaitan dengan migren. Kondisi ini umumnya berlangsung selama serangan migren terjadi. Jenis sensasi fisik tersebut cukup mengkhawatirkan dan dapat meningkatkan kecemasan serta stres akibat migrain.

7. Penglihatan kabur

Sensasi visual yang kabur atau silau dapat terjadi pada salah satu tahap aura migren atau pada saat nyeri migren itu sendiri. Sebagian kecil penderita migren mengalami gejala aura, seperti pandangan kabur dan perubahan neurologis lainnya, tetapi tidak disertai sakit kepala. Perubahan-perubahan dalam penglihatan disebabkan karena ada perubahan aliran darah di otak Anda.


 

7 Pertanda Anda Sakit Migren

Migren salah satu jenis sakit kepala yang banyak dikeluhkan. Serangan migren terasa menyiksa karena gejala yang dialami bukan sekedar sakit kepala biasa. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab migren.
Serangan migren unik dan bisa saja berbeda pada setiap individu. Ada beberapa tanda atau gejala yang biasanya terjadi beberapa hari sebelum migren menyerang. Menurut Robert Cowan, MD, spesialis saraf dari Stanford University School of Medicine, kunci untuk mengetahui penyebab timbulnya migren adalah memperhatikan lingkungan sekitar dan memahami apa yang dapat memicu sakit kepala.
Berikut ini adalah beberapa tanda umum serangan migren yang patut Anda waspadai :

1. Menguap

Satu atau dua hari sebelum serangan migren, Anda mungkin akan lebih sering menguap dari biasanya. Bagi kebanyakan, kondisi ini seringkali mengganggu, tetapi hal ini dapat menjadi sinyal atau peringatan kepada anda untuk mengawali upaya pengobatan migrain. Tanda-tanda peringatan dini lain yang umumnya terjadi bersamaan dengan menguap adalah retensi cairan, ketagihan makanan, kelelahan, haus, dan perubahan kepribadian, kata Dr Cowan.

2. Aura

Aura adalah semacam efek yang menyebabkan gangguan penglihatan. Penderita migern biasanya mengalami gangguan pandangan berupa titik hitam, garis, berkunang-kunang, dan kilatan cahaya. Gangguan pengelihatan (pandangan kabur) harus diwaspadai sebagai tanda bakal munculnya serangan migren.
Pada perempuan premenopause, aura bahkan harus lebih diwaspadai. Pasalnya, mengalami aura sebelum migren dapat meningkatkan risiko terkena stroke. “Kami menyarankan perempuan untuk tidak merokok atau meminum pil KB atau melakukan apapun yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Cowan.

3. Mual

Beberapa tanda dan gejala pada penderita migren umumnya bervariasi. Mual adalah komponen kunci dari pencetus migren. “Jika Anda mengalami sakit kepala tanpa rasa mual, Anda tidak memiliki migrain,” kata Cowan. Selain mual, gangguan pencernaan lain seperti muntah dan diare patut diwaspadai.

4. Nyeri pada satu sisi kepala

Sakit kepala karena tegang atau sakit kepala jenis lain cenderung menyebabkan sakit kepala menyeluruh, atau setidaknya merata pada kedua sisi. Nyeri pada satu sisi kepala yang disertai mual merupakan salah satu pertanda Anda terkena migren dan bukan jenis sakit kepala lainnya.
Sakit migren umumnya semakin parah bila ditambah aktivitas fisik. Penderita migren juga dapat mengalami rasa sakit seperti berdenyut, merasa dipukuli, ditarik-tarik, lemas, sehingga sulit untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.

5. Sensitif terhadap cahaya

Orang yang memiliki migren sering mengeluh sakit kepala yang disertai dengan sensitivitas akut terhadap kebisingan atau cahaya. Bagi sebagian orang, cahaya, suara, dan bau tertentu juga dapat memicu migren. Cowan menjelaskan bahwa orang yang mengalami migren cenderung memiliki batang otak yang terlalu aktif.

6. Perubahan sensasi

Perubahan sensasi seperti merasa kesemutan pada tangan atau kaki, atau mati rasa pada lengan, kaki, atau bagian dari wajah Anda, semuanya berkaitan dengan migren. Kondisi ini umumnya berlangsung selama serangan migren terjadi. Jenis sensasi fisik tersebut cukup mengkhawatirkan dan dapat meningkatkan kecemasan serta stres akibat migrain.

7. Penglihatan kabur

Sensasi visual yang kabur atau silau dapat terjadi pada salah satu tahap aura migren atau pada saat nyeri migren itu sendiri. Sebagian kecil penderita migren mengalami gejala aura, seperti pandangan kabur dan perubahan neurologis lainnya, tetapi tidak disertai sakit kepala. Perubahan-perubahan dalam penglihatan disebabkan karena ada perubahan aliran darah di otak Anda.


Detail

Penyebab Tukak Lambung

Tukak lambung bukan disebabkan stres dan makanan pedas

 

Tukak dilambung akibat makanan pedas dan stres ternyata adalah pendapat orang yang salah. Dokter mengatakan terdapat dua penyebab utama dari tukak lambung, yaitu bakteri berbentuk spiral yang disebut Helicobacter pylori dan penggunaan jangka lama obat Non Steroid Anti Inflamatory Drugs (NSAIDs), seperti aspirin dan ibuprofen.

Selama ini orang selalu salah mengartikan bahwa makan pedas menyebabkan ulcer, kata Dr. Ashok Kapur, ahli gastroenterology dari Louisville. Makanan pedas sama sekali bukan penyebab terjadinya tukak lambung.

Dahulu tidak ada obat yang baik untuk menyembuhkan tukak, sehingga pasien dianjurkan untuk makan makanan lunak dan susu, kata Kapur, seorang dokter di Caritas Medical Center.
Ternyata anjuran tersebut salah, kata Dr. Patricia Raymond, seorang ahli dari American College of Gastroenterology. Kalsium dan lemak yang terdapat pada susu meningkatkan sekresi asam lambung. Chesapeake, Va. Gastroenterologist mengatakan, tidak ada bukti-bukti yang menjelaskan bahwa makanan lunak dapat membantu mencegah tukak lambung seseorang.

Sedangkan stres hanya berpengaruh sedikit sekali menyebabkan tukak lambung, kata Kapur.
Stres bukan penyebab utama terjadinya tukak lambung, kata Dr. David Dresner, seorang ahli gastroenterology dari India. Hanya diduga stres dapat memperburuk terjadinya tukak lambung.
Dressner, menjelaskan bahwa tukak lambung adalah luka yang disebabkan karena produksi asam lambung yang tinggi dan iritasi dari bakteri yang terdapat dilambung atau duodenum.

NSAIDs juga dapat menjadi penyebab terjadinya tukak lambung dengan cara mempengaruhi kondisi normal lambung, laporan dari National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Lapisan mukosa pelindung dilambung terganggu, rusak dan robek akibatnya terjadi ulkus.

Obat-obatan baik tunggal maupun kombinasi dari beberapa jenis obat dapat menjadi pencetus terjadinya tukak lambung. Peneliti menunjukkan bahwa mengkonsumsi NSAID dan steroid, dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya tukak lambung, lebih besar dibandingkan efek NSAID sendiri, Dresner menambahkan.

Infeksi Helicobacter pylori juga dapat menyebabkan tukak lambung dan risiko menjadi kanker lambung.
Bakteri ini merusak lapisan mukosa lambung sehingga asam lambung mempengaruhi lambung tersebut dan timbul iritasi, bakterinya sendiri juga dapat menyebabkan iritasi.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana seseorang dapat terinfeksi H. pylori. Tetapi diduga berasal dari orang ke orang yang terkontaminasi dari makanan, minuman atau saliva.

Seringkali mereka yang terinfeksi H.pylori tidak menunjukkan gejala tukak lambung, sehingga dokter berpendapat bahwa untuk terjadi tukak lambung dibutuhkan berbagai faktor yang mempengaruhi, Dresner menjelaskan.
Beberap tukak dapat menembus dinding lambung dan duodenum sehingga menimbulkan perforasi, dan rasa sakit yang hebat. Pasien tersebut harus segera dilakukan tindakan operasi.

Tukak juga dapat menyebabkan perdarahan yang serius, sehingga menimbulkan anemia.

Pasien dengan H.pylori diterapi dengan pemberian antibiotik (untuk membunuh bakterinya) dan obat-obatan yang disebut Proton Pump Inhibitors (PPIs).

Bila obat-obat tersebut diberikan bersama-sama umumnya dalam 10 hari sudah mengalami perbaikan, Kapur menjelaskan. Kombinasi obat ini bekerja mempengaruhi hingga 90-95%.

Ulkus yang disebabkan karena NSAID dapat diterapi dengan PPIs, sehingga mengurangi produksi asam lambung, atau dokter sering kali meresepkan obat lama yang disebut H2 blocker.

Seseorang yang menderita gejala tukak lambung sebaikknya memeriksakan diri ke dokter, apakah mereka memiliki penyakit atau masalah kesehatan lainnya, kata Kapur.

Baru-baru ini penelitian yang dipublikasikan dalam Medical Journal Heart menemukan hubungan antara H.pylori dan Atrial fibrilation. Sekitar 60 pasien dengan gangguan irama jantung saat diteliti 97% nya positif menderita H.pylori.

Tukak lambung bukan disebabkan stres dan makanan pedas

 

Tukak dilambung akibat makanan pedas dan stres ternyata adalah pendapat orang yang salah. Dokter mengatakan terdapat dua penyebab utama dari tukak lambung, yaitu bakteri berbentuk spiral yang disebut Helicobacter pylori dan penggunaan jangka lama obat Non Steroid Anti Inflamatory Drugs (NSAIDs), seperti aspirin dan ibuprofen.

Selama ini orang selalu salah mengartikan bahwa makan pedas menyebabkan ulcer, kata Dr. Ashok Kapur, ahli gastroenterology dari Louisville. Makanan pedas sama sekali bukan penyebab terjadinya tukak lambung.

Dahulu tidak ada obat yang baik untuk menyembuhkan tukak, sehingga pasien dianjurkan untuk makan makanan lunak dan susu, kata Kapur, seorang dokter di Caritas Medical Center.
Ternyata anjuran tersebut salah, kata Dr. Patricia Raymond, seorang ahli dari American College of Gastroenterology. Kalsium dan lemak yang terdapat pada susu meningkatkan sekresi asam lambung. Chesapeake, Va. Gastroenterologist mengatakan, tidak ada bukti-bukti yang menjelaskan bahwa makanan lunak dapat membantu mencegah tukak lambung seseorang.

Sedangkan stres hanya berpengaruh sedikit sekali menyebabkan tukak lambung, kata Kapur.
Stres bukan penyebab utama terjadinya tukak lambung, kata Dr. David Dresner, seorang ahli gastroenterology dari India. Hanya diduga stres dapat memperburuk terjadinya tukak lambung.
Dressner, menjelaskan bahwa tukak lambung adalah luka yang disebabkan karena produksi asam lambung yang tinggi dan iritasi dari bakteri yang terdapat dilambung atau duodenum.

NSAIDs juga dapat menjadi penyebab terjadinya tukak lambung dengan cara mempengaruhi kondisi normal lambung, laporan dari National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Lapisan mukosa pelindung dilambung terganggu, rusak dan robek akibatnya terjadi ulkus.

Obat-obatan baik tunggal maupun kombinasi dari beberapa jenis obat dapat menjadi pencetus terjadinya tukak lambung. Peneliti menunjukkan bahwa mengkonsumsi NSAID dan steroid, dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya tukak lambung, lebih besar dibandingkan efek NSAID sendiri, Dresner menambahkan.

Infeksi Helicobacter pylori juga dapat menyebabkan tukak lambung dan risiko menjadi kanker lambung.
Bakteri ini merusak lapisan mukosa lambung sehingga asam lambung mempengaruhi lambung tersebut dan timbul iritasi, bakterinya sendiri juga dapat menyebabkan iritasi.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana seseorang dapat terinfeksi H. pylori. Tetapi diduga berasal dari orang ke orang yang terkontaminasi dari makanan, minuman atau saliva.

Seringkali mereka yang terinfeksi H.pylori tidak menunjukkan gejala tukak lambung, sehingga dokter berpendapat bahwa untuk terjadi tukak lambung dibutuhkan berbagai faktor yang mempengaruhi, Dresner menjelaskan.
Beberap tukak dapat menembus dinding lambung dan duodenum sehingga menimbulkan perforasi, dan rasa sakit yang hebat. Pasien tersebut harus segera dilakukan tindakan operasi.

Tukak juga dapat menyebabkan perdarahan yang serius, sehingga menimbulkan anemia.

Pasien dengan H.pylori diterapi dengan pemberian antibiotik (untuk membunuh bakterinya) dan obat-obatan yang disebut Proton Pump Inhibitors (PPIs).

Bila obat-obat tersebut diberikan bersama-sama umumnya dalam 10 hari sudah mengalami perbaikan, Kapur menjelaskan. Kombinasi obat ini bekerja mempengaruhi hingga 90-95%.

Ulkus yang disebabkan karena NSAID dapat diterapi dengan PPIs, sehingga mengurangi produksi asam lambung, atau dokter sering kali meresepkan obat lama yang disebut H2 blocker.

Seseorang yang menderita gejala tukak lambung sebaikknya memeriksakan diri ke dokter, apakah mereka memiliki penyakit atau masalah kesehatan lainnya, kata Kapur.

Baru-baru ini penelitian yang dipublikasikan dalam Medical Journal Heart menemukan hubungan antara H.pylori dan Atrial fibrilation. Sekitar 60 pasien dengan gangguan irama jantung saat diteliti 97% nya positif menderita H.pylori.

Detail

Kanker Dan Gaya Hidup


40 Persen Kanker Disebabkan Gaya Hidup

 

Lebih dari 40 persen semua jenis kanker disebabkan karena pilihan gaya hidup. Berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, hampir setengah penderita yang terdiagnosa kanker disebabkan oleh pemilihan gaya hidup.

Obesitas, merokok, makanan dan alkohol, masing-masing dapat menjadi penyebab timbulnya tipe kanker. Namun, rokok menjadi pemicu utama terjadinya kanker. Merokok menyebabkan 23 persen kanker pada pria dan 15,6 persen pada wanita.

“Banyak orang percaya bahwa kanker disebabkan karena nasib atau gen. Namun, setelah melihat semua bukti, jelas bahwa sekitar 40 persen penyebab kanker disebabkan oleh hal-hal dimana kita sebenarnya bisa merubahnya,” ungkap peneliti Prof Max Parkin.
Peneliti juga menemukan posisi kedua penyebab terjadinya kanker adalah disebabkan sedikitnya mengonsumsi buah dan sayuran segar pada makanan pria. Berbeda dengan pria, penyebab terjadinya kanker pada wanita setelah merokok adalah obesitas.

“Kami tak menduga saat menemukan makan buah dan sayur akan menjadi penting bagi pria untuk melawan kanker. Dan bagi wanita, tak mengira bila kegemukan berdampak lebih buruk dibandingkan alkohol,” tambahnya.

Berikut ini 6 besar penyebab terjadinya kanker pada wanita dan pria.

Pria

1. Merokok 23 %
2. Sedikit Makan buah dan sayur 6,1 %
3. Bahaya/Risiko dalam pekerjaan 4,9 %
4. Alkohol 4,6 %
5. Kegemukan 4,1 %
6. Terpapar matahari 3,5 %

Wanita

1. Merokok 15,6 %
2. Kegemukan 6,9 %
3. Infeksi 3,7 %
4. Terpapar matahari 3,6 %
5. Sedikit makan buah dan sayur 3,4 %
6. Alkohol 3,3 %

40 Persen Kanker Disebabkan Gaya Hidup

 

Lebih dari 40 persen semua jenis kanker disebabkan karena pilihan gaya hidup. Berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, hampir setengah penderita yang terdiagnosa kanker disebabkan oleh pemilihan gaya hidup.

Obesitas, merokok, makanan dan alkohol, masing-masing dapat menjadi penyebab timbulnya tipe kanker. Namun, rokok menjadi pemicu utama terjadinya kanker. Merokok menyebabkan 23 persen kanker pada pria dan 15,6 persen pada wanita.

“Banyak orang percaya bahwa kanker disebabkan karena nasib atau gen. Namun, setelah melihat semua bukti, jelas bahwa sekitar 40 persen penyebab kanker disebabkan oleh hal-hal dimana kita sebenarnya bisa merubahnya,” ungkap peneliti Prof Max Parkin.
Peneliti juga menemukan posisi kedua penyebab terjadinya kanker adalah disebabkan sedikitnya mengonsumsi buah dan sayuran segar pada makanan pria. Berbeda dengan pria, penyebab terjadinya kanker pada wanita setelah merokok adalah obesitas.

“Kami tak menduga saat menemukan makan buah dan sayur akan menjadi penting bagi pria untuk melawan kanker. Dan bagi wanita, tak mengira bila kegemukan berdampak lebih buruk dibandingkan alkohol,” tambahnya.

Berikut ini 6 besar penyebab terjadinya kanker pada wanita dan pria.

Pria

1. Merokok 23 %
2. Sedikit Makan buah dan sayur 6,1 %
3. Bahaya/Risiko dalam pekerjaan 4,9 %
4. Alkohol 4,6 %
5. Kegemukan 4,1 %
6. Terpapar matahari 3,5 %

Wanita

1. Merokok 15,6 %
2. Kegemukan 6,9 %
3. Infeksi 3,7 %
4. Terpapar matahari 3,6 %
5. Sedikit makan buah dan sayur 3,4 %
6. Alkohol 3,3 %
Detail

Lebih Sehat Tanpa Merokok


Apa yang Terjadi dalam Tubuh Ketika Berhenti Merokok?

 

Anda termasuk perokok berat dan berniat berhenti? Ternyata, tubuh Anda pun mendambakan hal itu segera terjadi. Dalam keadaan berhenti merokok, tubuh akan merespons secara positif dengan cepat.

Aulia Sani, mantan direktur RS Harapan Kita ini, mengungkapkan hal-hal yang terjadi dalam tubuh kita begitu terbebas dari racun yang ada pada rokok. Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. “Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik.”

Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. “Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat,” ujar Aulia, yang kerap menjadi pembicara seminar.

Nah, agar lebih yakin dengan motivasi berhenti merokok, coba periksa dengan tes ketergantungan nikotin di bawah ini:
Pertanyaan

1. Berapa batang rokok yang Anda isap setiap hari?
Jawaban:
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3

2. Berapa lama setelah bangun tidur Anda merokok?
Jawaban:
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0

3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

5. Pada saat kapan keinginan merokok yang sulit ditahan dan dihilangkan?
Jawaban:
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0

6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
Skor            Ketergantungan
0-3 poin      Ringan
4-6 poin      Sedang
7-10 poin    Tinggi

Keterangan:
Ringan: Level ketergantungan Anda terhadap nikotin rendah. Sebaiknya, cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.

Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.

Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.


Apa yang Terjadi dalam Tubuh Ketika Berhenti Merokok?

 

Anda termasuk perokok berat dan berniat berhenti? Ternyata, tubuh Anda pun mendambakan hal itu segera terjadi. Dalam keadaan berhenti merokok, tubuh akan merespons secara positif dengan cepat.

Aulia Sani, mantan direktur RS Harapan Kita ini, mengungkapkan hal-hal yang terjadi dalam tubuh kita begitu terbebas dari racun yang ada pada rokok. Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. “Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik.”

Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. “Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat,” ujar Aulia, yang kerap menjadi pembicara seminar.

Nah, agar lebih yakin dengan motivasi berhenti merokok, coba periksa dengan tes ketergantungan nikotin di bawah ini:
Pertanyaan

1. Berapa batang rokok yang Anda isap setiap hari?
Jawaban:
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3

2. Berapa lama setelah bangun tidur Anda merokok?
Jawaban:
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0

3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

5. Pada saat kapan keinginan merokok yang sulit ditahan dan dihilangkan?
Jawaban:
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0

6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
Skor            Ketergantungan
0-3 poin      Ringan
4-6 poin      Sedang
7-10 poin    Tinggi

Keterangan:
Ringan: Level ketergantungan Anda terhadap nikotin rendah. Sebaiknya, cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.

Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.

Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.

Detail

Cara Baru Deteksi Diabetes


Dikembangkan, Cek Diabetes Lewat Air Mata


Penyandang diabetes harus melakukan pemeriksaan gula darah lebih dari 5 kali dalam sehari karena kadar gula darah memang berubah-ubah. Namun saat ini metode pemeriksaan yang tersedia hanyalah lewat pengambilan contoh darah lewat jarum suntik.

Karena tidak semua orang merasa nyaman dengan jarum suntik, para ilmuwan pun berusaha menciptakan alternatif pemeriksaan gula darah tanpa rasa nyeri. Yang terbaru adalah melalui pemeriksaan air mata yang diciptakan oleh ilmuwan dari Universitas Michigan, AS.

Dalam percobaan yang dilakukan kepada kelinci, terbukti bahwa kadar glukosa yang diketahui dari air mata berkorelasi dengan kadar glukosa dalam darah. Para peneliti itu mengatakan hasil riset ini membuka peluang pada diciptakannya alat deteksi gula darah alternatif.

Sebelum ini juga sudah diciptakan alat deteksi glukosa lewat kulit atau telinga. Jeffrey LaBelle dari Arizona State University bersama dengan peneliti dari Mayo Clinic juga pernah menciptakan teknologi monitor gula darah lewat air mata.

Dengan alat monitor itu sensor disentuhkan ke bagian putih mata selama lima detik untuk mengukur kadar glukosa. menurut LaBelle, ide pengukuran ini sudah ada sejak tahun 1937. Namun kesulitannya adalah menciptakan alat sensor yang sensitif pada contoh cairan yang sangat sedikit.

“Kadar glukosa di air mata biasanya 30-50 kali lebih rendah daripada yang ada di darah. Selain itu volume cairan air mata sangat sedikit,” kata LaBelle. Kekurangan lain adalah jika mata ditekan hasil bacaan glukosa bisa tidak akurat karena ia merespon tekanan.

Selain itu, sebelum metode ini dipakai harus disamakan dulu rasio antara glukosa di air mata dengan yang ada di darah pada masing-masing pasien.

Dikembangkan, Cek Diabetes Lewat Air Mata


Penyandang diabetes harus melakukan pemeriksaan gula darah lebih dari 5 kali dalam sehari karena kadar gula darah memang berubah-ubah. Namun saat ini metode pemeriksaan yang tersedia hanyalah lewat pengambilan contoh darah lewat jarum suntik.

Karena tidak semua orang merasa nyaman dengan jarum suntik, para ilmuwan pun berusaha menciptakan alternatif pemeriksaan gula darah tanpa rasa nyeri. Yang terbaru adalah melalui pemeriksaan air mata yang diciptakan oleh ilmuwan dari Universitas Michigan, AS.

Dalam percobaan yang dilakukan kepada kelinci, terbukti bahwa kadar glukosa yang diketahui dari air mata berkorelasi dengan kadar glukosa dalam darah. Para peneliti itu mengatakan hasil riset ini membuka peluang pada diciptakannya alat deteksi gula darah alternatif.

Sebelum ini juga sudah diciptakan alat deteksi glukosa lewat kulit atau telinga. Jeffrey LaBelle dari Arizona State University bersama dengan peneliti dari Mayo Clinic juga pernah menciptakan teknologi monitor gula darah lewat air mata.

Dengan alat monitor itu sensor disentuhkan ke bagian putih mata selama lima detik untuk mengukur kadar glukosa. menurut LaBelle, ide pengukuran ini sudah ada sejak tahun 1937. Namun kesulitannya adalah menciptakan alat sensor yang sensitif pada contoh cairan yang sangat sedikit.

“Kadar glukosa di air mata biasanya 30-50 kali lebih rendah daripada yang ada di darah. Selain itu volume cairan air mata sangat sedikit,” kata LaBelle. Kekurangan lain adalah jika mata ditekan hasil bacaan glukosa bisa tidak akurat karena ia merespon tekanan.

Selain itu, sebelum metode ini dipakai harus disamakan dulu rasio antara glukosa di air mata dengan yang ada di darah pada masing-masing pasien.
Detail

Penyakit TB Bisa Menjadi Kebal Obat


Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR TB)

 

Multi-Drug Resistance dalam pengobatan TB menjadi masalah kesehatan masnyarakat di sejumlah negara dan merupakan hambatan terhadap program pengendalian TB secara global. Kekebalan kuman TB terhadap OAT  (obat antituberkulosis) sebenarnya telah muncul sejak lama. Kekebalan ini dimulai dari yang sederhana yaitu monoresisten, poliresisten, sampai dengan MDR dan extensive drug resistance (XDR).

WHO pada tahun 2005 melaporkan di dunia lebih dari 400.000 kasusMDR TB terjadi setiap tahunnya sebagai akibat kurang baiknya penanganan dasar kasus TB dan transmisi strain-strain kuman yang resisten obat anti TB (OAT). Penatalaksanaan MDR TB lebih sulit dan membutuhkan biaya lebih banyak dalam penanganannya dibandingkan dengan kasus TB yang bukan MDR.

Menurut WHO, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke delapan jumlah kasus MDR TB dari 27 negara. Data awal survey resistensi obat OAT lini pertama yang dilakukan di Jawa Tengah 2006, menunjukkan angka TB MDR pada kasus MDR pada kasus baru yaitu 2,07%, angka ini meningkat pada pasien yang pernah diobati sebelumnya yaitu 16,3%. Beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam penatalaksanaan MDR TB adalah tersedianya sarana laboratorium yang tersertifikasi khususnya untuk uji resistensi OAT, obat-obat TB lini ke dua yang lengkap dan sumber daya manusia yang terlatih serta sumber dana yang memadai.

Definisi
TB dengan resistensi ganda dimana basil M.tuberculosis resisten terhadap rifampisin dan isoniazid, dengan atau tanpa OAT lainnya 2,9,10,11. TB resistensi ganda dapat berupa resistensi primer dan resistensi sekunder. Resistensi primer yaitu resistensi yang terjadi pada pasien yang tidak pernah mendapat OAT sebelumnya.
Resistensi primer ini dijumpai khususnya pada pasien-pasien dengan positif HIV, Sedangkan resistensi sekunder yaitu resistensi yang didapat selama terapi pada orang yang sebelumnya sensitif obat1,12.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi OAT (Obat Anti Tuberkulosis)
Jalur yang terlibat dalam perkembangan dan penyebaran TB resistensi ganda. Basil mengalami mutasi resisten terhadap satu jenis obat dan mendapatkan terapi OAT tertentu yang tidak adekuat. Terapi yang tidak adekuat dapat disebabkan oleh konsumsi hanya satu jenis obat saja (monoterapi direk) atau konsumsi obat kombinasi tetapi hanya satu saja yang sensitif terhadap basil tersebut (indirek monoterapi). Selanjutnya resistensi sekunder (dapatan) terjadi.
Mutasi baru dalam pertumbuhan populasi basil menyebabkan resistensi obat

yang banyak bila terapi yang tidak adekuat terus berlanjut. Pasien TB dengan resistensi obat sekunder dapat menginfeksi yang lain dimana orang yang terinfeksi tersebut dikatakan resistensi primer. Transmisi difasilitasi oleh adanya infeksi HIV, dimana perkembangan penyakit lebih cepat, adanya prosedur kontrol infeksi yang tidak adekuat; dan terlambatnya penegakkan diagnostik. Resistensi obat yang primer dan sekunder dapat diimpor, khususnya dari negara dengan prevalensi yang tinggi dimana program kontrol tidak adekuat. Resistensi obat primer, seperti halnya resistensi sekunder, dapat ditransmisikan ke orang lain jadi dapat menyebarkan penyakit resistensi obat di dalam komunitas13.

Ada beberapa hal penyebab terjadinya resistensi terhadap OAT yaitu:
1) Pemakaian obat tunggal dalam pengobatan tuberkulosis

2) Penggunaan paduan obat yang tidak adekuat, yaitu jenis obatnya yang kurang atau di lingkungan tersebut telah terdapat resistensi yang tinggi terhadap obat yang digunakan, misalnya memberikan rifampisin dan INH saja pada daerah dengan resistensi terhadap kedua obat tersebut sudah cukup tinggi.

3) Pemberian obat yang tidak teratur, misalnya hanya dimakan dua atau tiga minggu lalu berhenti, setelah dua bulan berhenti kemudian bepindah dokter mendapat obat kembali selama dua atau tiga bulan lalu berhenti lagi, demikian seterusnya.

4) Fenomena “addition syndrome” yaitu suatu obat ditambahkan dalam suatu paduan pengobatan yang tidak berhasil. Bila kegagalan itu terjadi karena kuman TB telah resisten pada paduan yang pertama, maka “penambahan” (addition) satu macam obat hanya akan menambah panjangnya daftar obat yang resisten saja.

5) Penggunaan obat kombinasi yang pencampurannya tidak dilakukan secara baik sehingga mengganggu bioavailabilitas obat.

6) Penyediaan obat yang tidak reguler, kadang-kadang terhenti pengirimannya sampai berbulan-bulan.

Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR TB)

 

Multi-Drug Resistance dalam pengobatan TB menjadi masalah kesehatan masnyarakat di sejumlah negara dan merupakan hambatan terhadap program pengendalian TB secara global. Kekebalan kuman TB terhadap OAT  (obat antituberkulosis) sebenarnya telah muncul sejak lama. Kekebalan ini dimulai dari yang sederhana yaitu monoresisten, poliresisten, sampai dengan MDR dan extensive drug resistance (XDR).

WHO pada tahun 2005 melaporkan di dunia lebih dari 400.000 kasusMDR TB terjadi setiap tahunnya sebagai akibat kurang baiknya penanganan dasar kasus TB dan transmisi strain-strain kuman yang resisten obat anti TB (OAT). Penatalaksanaan MDR TB lebih sulit dan membutuhkan biaya lebih banyak dalam penanganannya dibandingkan dengan kasus TB yang bukan MDR.

Menurut WHO, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke delapan jumlah kasus MDR TB dari 27 negara. Data awal survey resistensi obat OAT lini pertama yang dilakukan di Jawa Tengah 2006, menunjukkan angka TB MDR pada kasus MDR pada kasus baru yaitu 2,07%, angka ini meningkat pada pasien yang pernah diobati sebelumnya yaitu 16,3%. Beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam penatalaksanaan MDR TB adalah tersedianya sarana laboratorium yang tersertifikasi khususnya untuk uji resistensi OAT, obat-obat TB lini ke dua yang lengkap dan sumber daya manusia yang terlatih serta sumber dana yang memadai.

Definisi
TB dengan resistensi ganda dimana basil M.tuberculosis resisten terhadap rifampisin dan isoniazid, dengan atau tanpa OAT lainnya 2,9,10,11. TB resistensi ganda dapat berupa resistensi primer dan resistensi sekunder. Resistensi primer yaitu resistensi yang terjadi pada pasien yang tidak pernah mendapat OAT sebelumnya.
Resistensi primer ini dijumpai khususnya pada pasien-pasien dengan positif HIV, Sedangkan resistensi sekunder yaitu resistensi yang didapat selama terapi pada orang yang sebelumnya sensitif obat1,12.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi OAT (Obat Anti Tuberkulosis)
Jalur yang terlibat dalam perkembangan dan penyebaran TB resistensi ganda. Basil mengalami mutasi resisten terhadap satu jenis obat dan mendapatkan terapi OAT tertentu yang tidak adekuat. Terapi yang tidak adekuat dapat disebabkan oleh konsumsi hanya satu jenis obat saja (monoterapi direk) atau konsumsi obat kombinasi tetapi hanya satu saja yang sensitif terhadap basil tersebut (indirek monoterapi). Selanjutnya resistensi sekunder (dapatan) terjadi.
Mutasi baru dalam pertumbuhan populasi basil menyebabkan resistensi obat

yang banyak bila terapi yang tidak adekuat terus berlanjut. Pasien TB dengan resistensi obat sekunder dapat menginfeksi yang lain dimana orang yang terinfeksi tersebut dikatakan resistensi primer. Transmisi difasilitasi oleh adanya infeksi HIV, dimana perkembangan penyakit lebih cepat, adanya prosedur kontrol infeksi yang tidak adekuat; dan terlambatnya penegakkan diagnostik. Resistensi obat yang primer dan sekunder dapat diimpor, khususnya dari negara dengan prevalensi yang tinggi dimana program kontrol tidak adekuat. Resistensi obat primer, seperti halnya resistensi sekunder, dapat ditransmisikan ke orang lain jadi dapat menyebarkan penyakit resistensi obat di dalam komunitas13.

Ada beberapa hal penyebab terjadinya resistensi terhadap OAT yaitu:
1) Pemakaian obat tunggal dalam pengobatan tuberkulosis

2) Penggunaan paduan obat yang tidak adekuat, yaitu jenis obatnya yang kurang atau di lingkungan tersebut telah terdapat resistensi yang tinggi terhadap obat yang digunakan, misalnya memberikan rifampisin dan INH saja pada daerah dengan resistensi terhadap kedua obat tersebut sudah cukup tinggi.

3) Pemberian obat yang tidak teratur, misalnya hanya dimakan dua atau tiga minggu lalu berhenti, setelah dua bulan berhenti kemudian bepindah dokter mendapat obat kembali selama dua atau tiga bulan lalu berhenti lagi, demikian seterusnya.

4) Fenomena “addition syndrome” yaitu suatu obat ditambahkan dalam suatu paduan pengobatan yang tidak berhasil. Bila kegagalan itu terjadi karena kuman TB telah resisten pada paduan yang pertama, maka “penambahan” (addition) satu macam obat hanya akan menambah panjangnya daftar obat yang resisten saja.

5) Penggunaan obat kombinasi yang pencampurannya tidak dilakukan secara baik sehingga mengganggu bioavailabilitas obat.

6) Penyediaan obat yang tidak reguler, kadang-kadang terhenti pengirimannya sampai berbulan-bulan.
Detail

Penanganan Jerawat


Bahaya Punya Kebiasaan Memencet Jerawat

 

Banyak orang yang punya kebiasaan memencet jerawat karena beranggapan itu akan mempercepat penyembuhan. Padahal memencet jerawat justru akan membuat jerawat makin buruk. Ada beberapa bahaya bila Anda punya kebiasaan memencet jerawat. Apa saja?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memencet jerawat dapat menimbulkan jaringan parut. Jika Anda berjerawat, jauhkan tangan dari wajah karena minyak dan kotoran di tangan bisa membuat jerawat lebih buruk.

Selain jaringan parut, memencet jerawat juga bisa menyebabkan iritasi kulit, perdarahan, infeksi dan meninggalkan bekas luka, seperti dilansir Livestrong, Rabu (8/11/2011).

1. Iritasi
Memencet dan meremas hanya akan memperparah jerawat. Bahkan, jika pun ada perbaikan maka sifatnya hanya sementara, menurut laporan Georgetown University Health Education Services. Segera setelah dipencet jerawat akan muncul kembali, sering dengan kemerahan atau iritasi. Bahkan jika Anda pencet jerawat dan tampak kurang jelas, iritasi dan meradang meninggalkan bekas yang lebih lama dari jerawat itu sendiri.

2. Perdarahan
Memencet atau menggaruk permukaan jerawat dapat menyebabkan perdarahan. Ketika jerawat berdarah, pori-pori yang tersumbat akan terbuka dan rentan meninggalkan bakteri pada kulit. Sel-sel darah putih kemudian akan memerangi bakteri yang menyerang, pori-pori akan kembali tersumbat namun meradang. Dengan munculknya pembengkakan dan darah kering, jerawat muncul mungkin bahkan lebih terlihat daripada sebelumnya.

3. Infeksi
Menurut Kidshealth, memencet jerawat membuat bakteri masuk lebih dalam ke kulit. Masuknya bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada pori-pori yang tersumbat, membuat daerah sekitar jerawat lebih memerah dan meradang.

4. Jaringan parut dan bekas luka
CDC memperingatkan bahwa memencet jerawat dapat menyebabkan jaringan parut. Selain itu, melukai jaringan sekitar yang pori-pori tersumbat dapat merusak kulit secara permanen dan meninggalkan bekas luka. Hal ini terutama berlaku pada lesi jerawat yang bermasalah, seperti papula, pustula, nodul dan kista, yang semuanya bisa sangat menyakitkan.

Untuk menghindari jaringan parut dan kerusakan kulit permanen, jangan pencet atau menekan jerawat. Hati-hati saat mencukur, hindari daerah yang berjerawat karena hal itu juga dapat mengakibatkan jaringan parut


Bahaya Punya Kebiasaan Memencet Jerawat

 

Banyak orang yang punya kebiasaan memencet jerawat karena beranggapan itu akan mempercepat penyembuhan. Padahal memencet jerawat justru akan membuat jerawat makin buruk. Ada beberapa bahaya bila Anda punya kebiasaan memencet jerawat. Apa saja?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memencet jerawat dapat menimbulkan jaringan parut. Jika Anda berjerawat, jauhkan tangan dari wajah karena minyak dan kotoran di tangan bisa membuat jerawat lebih buruk.

Selain jaringan parut, memencet jerawat juga bisa menyebabkan iritasi kulit, perdarahan, infeksi dan meninggalkan bekas luka, seperti dilansir Livestrong, Rabu (8/11/2011).

1. Iritasi
Memencet dan meremas hanya akan memperparah jerawat. Bahkan, jika pun ada perbaikan maka sifatnya hanya sementara, menurut laporan Georgetown University Health Education Services. Segera setelah dipencet jerawat akan muncul kembali, sering dengan kemerahan atau iritasi. Bahkan jika Anda pencet jerawat dan tampak kurang jelas, iritasi dan meradang meninggalkan bekas yang lebih lama dari jerawat itu sendiri.

2. Perdarahan
Memencet atau menggaruk permukaan jerawat dapat menyebabkan perdarahan. Ketika jerawat berdarah, pori-pori yang tersumbat akan terbuka dan rentan meninggalkan bakteri pada kulit. Sel-sel darah putih kemudian akan memerangi bakteri yang menyerang, pori-pori akan kembali tersumbat namun meradang. Dengan munculknya pembengkakan dan darah kering, jerawat muncul mungkin bahkan lebih terlihat daripada sebelumnya.

3. Infeksi
Menurut Kidshealth, memencet jerawat membuat bakteri masuk lebih dalam ke kulit. Masuknya bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada pori-pori yang tersumbat, membuat daerah sekitar jerawat lebih memerah dan meradang.

4. Jaringan parut dan bekas luka
CDC memperingatkan bahwa memencet jerawat dapat menyebabkan jaringan parut. Selain itu, melukai jaringan sekitar yang pori-pori tersumbat dapat merusak kulit secara permanen dan meninggalkan bekas luka. Hal ini terutama berlaku pada lesi jerawat yang bermasalah, seperti papula, pustula, nodul dan kista, yang semuanya bisa sangat menyakitkan.

Untuk menghindari jaringan parut dan kerusakan kulit permanen, jangan pencet atau menekan jerawat. Hati-hati saat mencukur, hindari daerah yang berjerawat karena hal itu juga dapat mengakibatkan jaringan parut

Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alfatihah Herbal Medica - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger