Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Jenis Jenis Penakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis Jenis Penakit. Tampilkan semua postingan

Penyakit Varises dan Cara menyembuhkannya

Cara menyembuhkan varises

Jika anda tidak tahan saat jongkok dan berdiri lama dimana tungkai bawah anda teras pegal atau bagian betis sudah terlihat urat-urat halus bisa jadi anda mulai terkena varises . Varises  merupakan pelebaran pembuluh darah balik ( pembuluh darah vena )akibat gangguan aliran darah . Kata varises berasal dari bahasa Latin “varix” yang berarti memutar. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari jaringan tubuh untuk kembali ke jantung.

Varises timbul apabila terjadi gangguan pada pembuluh darah vena. Dinding pembuluh darah vena merupakan dinding yang tipis tetapi elastis. Apabila elastisitasnya berkurang, fungsinya yang mengalirkan darah kembali ke jantung pun akan berkurang. Pembuluh darah vena tidak optimal melawan efek gravitasi bumi sehingga darah akan menumpuk di tungkai. Selain karena elastisitas yang berkurang, rusaknya katup pembuluh darah vena juga menimbulkan varises. Katup pembuluh darah vena ini bertugas menahan darah yang mengalir ke atas (ke jantung) agar tidak kembali ke bawah (tungkai). Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan  menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Adanya gangguan aliran darah (penumpukkan darah) menyebabkan pembuluh darah vena melebar, membesar dan berkelok-kelok.

Hal-hal yang dapat memicu terjadinya varises:

Faktor keturunan/ genetik
Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.

Obesitas
Obesitas akan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena.

Kehamilan
Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
Obat hormonal (KB)

Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

Merokok
Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.

Kurang gerak
Gaya hidup yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.

Terlalu banyak berdiri
Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

Memakai sepatu hak tinggi
Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah vena menjadi tidak maksimal.

Berdasarkan berat ringannya penyakit, varises terbagi menjadi 4 stadium, yakni:

Stadium I : Pada stadium ini gejala biasanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai dengan gejala tungkai bawah  gatal, rasa terbakar, rasa pegal, kaki mudah capek, mudah kesemutan (gringgingen).
Stadium II: Pada stadium ini ditandai dengan warna kebiruan yang lebih nyata pada pembuluh darah vena.
Stadium III: Pembuluh darah vena nampak melebar dan berkelok-kelok mirip sarang laba-laba (spider navy). Keluhan pada tungkai makin nyata dan makin kerap dialami.
Stadium IV: Pada stadium ini ditandai dengan timbulnya berbagai komplikasi, antara lain: dermatitis (peradangan pada kulit, kulit menghitam dan mengeras),  luka (ulkus), perdarahan varises, dan gangguan pembuluh darah vena lainnya.

Bila sudah terkena varises:
  • Sering istirahat dengan kaki ditinggikan.
  • Bila harus berdiri/duduk terlalu lama, gerakkan kaki sebanyak mungkin.
  • Gunakan stocking yang menopang.
  • Periksa dokter bila sudah mengganggu aktivitas, dokter akan:
  • Memberi resep salep pereda gatal.
  • Memberi obat anti-varises.
  • Mengobati komplikasi bila ada.
  • Menyuntik cairan sklerosa untuk mengecilkan varises.
  • Tindakan operasi terutama dilakukan pada varises stadium III dan IV, namun bisa juga dilakukan pada stadium II. Teknik-teknik pengobatan pada varises sudah dikenal sejak abad kelima sebelum masehi. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, teknik operasi dikembangkan melalui pendekatan meminimalisir tindakan invasif. Operasi yang lazim dilakukan diantaranya: Stripping Varises, Ambulatory Phlebectomy (menghilangkan bagian varises dengan irisan kecil), dan Saphectomy.Cara menyembuhkan varises

  • Tindakan operasi yang bersifat invasif minimal, yakni: Radiofrekuensi Ablasi dan Endovenous Laser Therapy (EVLT).

Pencegahan dan Cara menyembuhkan varises
  • Hindari duduk/berdiri terlalu lama. Bisa sedang terpaksa berdiri lama, gerakkan  tungkai kaki. Prinsipnya: jangan berada di satu sikap tubuh yang sama dalam waktu yang lama.
  • Hindari duduk bersila.
  • Manajemen berat badan.
  • Hindari sepatu bertumit tinggi.
  • Hindari celana jeans yang terlalu ketat.
  • Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  • Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  • Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  • Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani. 
Demikian Beberapa hal yang terkait dengan penyakit varises, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca semua.
Cara menyembuhkan varises

Jika anda tidak tahan saat jongkok dan berdiri lama dimana tungkai bawah anda teras pegal atau bagian betis sudah terlihat urat-urat halus bisa jadi anda mulai terkena varises . Varises  merupakan pelebaran pembuluh darah balik ( pembuluh darah vena )akibat gangguan aliran darah . Kata varises berasal dari bahasa Latin “varix” yang berarti memutar. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari jaringan tubuh untuk kembali ke jantung.

Varises timbul apabila terjadi gangguan pada pembuluh darah vena. Dinding pembuluh darah vena merupakan dinding yang tipis tetapi elastis. Apabila elastisitasnya berkurang, fungsinya yang mengalirkan darah kembali ke jantung pun akan berkurang. Pembuluh darah vena tidak optimal melawan efek gravitasi bumi sehingga darah akan menumpuk di tungkai. Selain karena elastisitas yang berkurang, rusaknya katup pembuluh darah vena juga menimbulkan varises. Katup pembuluh darah vena ini bertugas menahan darah yang mengalir ke atas (ke jantung) agar tidak kembali ke bawah (tungkai). Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan  menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Adanya gangguan aliran darah (penumpukkan darah) menyebabkan pembuluh darah vena melebar, membesar dan berkelok-kelok.

Hal-hal yang dapat memicu terjadinya varises:

Faktor keturunan/ genetik
Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.

Obesitas
Obesitas akan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena.

Kehamilan
Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
Obat hormonal (KB)

Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

Merokok
Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.

Kurang gerak
Gaya hidup yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.

Terlalu banyak berdiri
Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

Memakai sepatu hak tinggi
Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah vena menjadi tidak maksimal.

Berdasarkan berat ringannya penyakit, varises terbagi menjadi 4 stadium, yakni:

Stadium I : Pada stadium ini gejala biasanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai dengan gejala tungkai bawah  gatal, rasa terbakar, rasa pegal, kaki mudah capek, mudah kesemutan (gringgingen).
Stadium II: Pada stadium ini ditandai dengan warna kebiruan yang lebih nyata pada pembuluh darah vena.
Stadium III: Pembuluh darah vena nampak melebar dan berkelok-kelok mirip sarang laba-laba (spider navy). Keluhan pada tungkai makin nyata dan makin kerap dialami.
Stadium IV: Pada stadium ini ditandai dengan timbulnya berbagai komplikasi, antara lain: dermatitis (peradangan pada kulit, kulit menghitam dan mengeras),  luka (ulkus), perdarahan varises, dan gangguan pembuluh darah vena lainnya.

Bila sudah terkena varises:
  • Sering istirahat dengan kaki ditinggikan.
  • Bila harus berdiri/duduk terlalu lama, gerakkan kaki sebanyak mungkin.
  • Gunakan stocking yang menopang.
  • Periksa dokter bila sudah mengganggu aktivitas, dokter akan:
  • Memberi resep salep pereda gatal.
  • Memberi obat anti-varises.
  • Mengobati komplikasi bila ada.
  • Menyuntik cairan sklerosa untuk mengecilkan varises.
  • Tindakan operasi terutama dilakukan pada varises stadium III dan IV, namun bisa juga dilakukan pada stadium II. Teknik-teknik pengobatan pada varises sudah dikenal sejak abad kelima sebelum masehi. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, teknik operasi dikembangkan melalui pendekatan meminimalisir tindakan invasif. Operasi yang lazim dilakukan diantaranya: Stripping Varises, Ambulatory Phlebectomy (menghilangkan bagian varises dengan irisan kecil), dan Saphectomy.Cara menyembuhkan varises

  • Tindakan operasi yang bersifat invasif minimal, yakni: Radiofrekuensi Ablasi dan Endovenous Laser Therapy (EVLT).

Pencegahan dan Cara menyembuhkan varises
  • Hindari duduk/berdiri terlalu lama. Bisa sedang terpaksa berdiri lama, gerakkan  tungkai kaki. Prinsipnya: jangan berada di satu sikap tubuh yang sama dalam waktu yang lama.
  • Hindari duduk bersila.
  • Manajemen berat badan.
  • Hindari sepatu bertumit tinggi.
  • Hindari celana jeans yang terlalu ketat.
  • Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  • Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  • Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  • Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani. 
Demikian Beberapa hal yang terkait dengan penyakit varises, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca semua.
Detail

Pengertian Penyakit Katarak dan Gejalanya

Pengertian Penyakit Katarak

Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma.

Penyebaran Katarak

Katarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung jawab atas 48% kebutaan yang terjadi di dunia, yang mewakili 18 juta jiwa, menurut WHO. kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia, pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai, sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi, seperti biaya, kurangnya informasi dan masalah transportasi. Di Amerika Serikat, katarak yang terjadi akibat usia lanjut dilaporkan mencapai 42% dari orang-orang antara usia 52 sampai 64, 60% dari orang-orang antara usia 65 dan 74, dan 91% dari mereka antara usia 75 dan 85.

Gejala Katarak

Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata. Di dunia berkembang, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan untuk mencari konsultasi medis jika 'halo' yang terjadi disekitar lampu jalan di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata.

Gejala-gejala katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata.

Penyebab Katarak berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma(dapat terjadi lebih awal), mereka biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk katarak pada usia lebih dini, fenomena "antisipasi" dalam katarak pra-senilis.

Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang di antara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita "sindrom Pengelupasan". Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak. Katarak dapat terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras atau lembut.

Demikian sedikit penjelasan menganai penyakit Katarak semoga dapat memberikan manfaat.
Pengertian Penyakit Katarak

Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma.

Penyebaran Katarak

Katarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung jawab atas 48% kebutaan yang terjadi di dunia, yang mewakili 18 juta jiwa, menurut WHO. kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia, pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai, sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi, seperti biaya, kurangnya informasi dan masalah transportasi. Di Amerika Serikat, katarak yang terjadi akibat usia lanjut dilaporkan mencapai 42% dari orang-orang antara usia 52 sampai 64, 60% dari orang-orang antara usia 65 dan 74, dan 91% dari mereka antara usia 75 dan 85.

Gejala Katarak

Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata. Di dunia berkembang, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan untuk mencari konsultasi medis jika 'halo' yang terjadi disekitar lampu jalan di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata.

Gejala-gejala katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata.

Penyebab Katarak berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma(dapat terjadi lebih awal), mereka biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk katarak pada usia lebih dini, fenomena "antisipasi" dalam katarak pra-senilis.

Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang di antara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita "sindrom Pengelupasan". Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak. Katarak dapat terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras atau lembut.

Demikian sedikit penjelasan menganai penyakit Katarak semoga dapat memberikan manfaat.
Detail

Cara Mencegah Penyakit TBC

Pencegahan TBC

Pencegahan TBC harus dilakukan ketika salah seorang dari kerabat kita ada yang tertular penyakit TBC. Karena penyakit TBC merupakan salah satu penyakit menular yang bisa ditularkan melalui dahak penderita TBC. Selain itu makanan yang mengandung kuman TBC juga bisa menjadi penyebab menyebarkan penyakit TBC.Cara Pencegahan TBCPencegahan TBC terkadang menjadi langkah yang dilupakan oleh sebagian orang. Jika seseorang memiliki tes positif untuk infeksi laten TBC, dokter mungkin menyarankan untuk mengkonsumsi obat untuk mengurangi resiko terkena tbc aktif. Satu-satunya jenis TBC yang menular adalah varietas aktif, saat itu mempengaruhi paru-paru. Jadi, jika dapat mencegah TBC dari menjadi aktif, penderita tersebut tidak akan mengirimkan TBC ke orang lain.

Pencegahan TBC Dengan Melindungi Diri dan Orang lain

Jika seseorang memiliki tbc aktif, hal pertama yang perlu dicatat adalah menjaga kuman dari diri sendiri. Hal ini biasanya memakan waktu beberapa minggu pengobatan dengan obat tbc sebelum tidak menular lagi. Ikuti tips ini untuk membantu menjaga dan pencegahan penyakit TBC kepada teman dan keluarga dari infeksi bakteri:

Tinggal di rumah. 
Jangan pergi kerja atau sekolah atau tidur di kamar dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan untuk tbc aktif.

Ventilasi ruangan. 
Kuman TBC menyebar lebih mudah dalam ruang tertutup kecil di mana udara tidak bergerak. Jika ventilasi ruangan masih kurang, membuka jendela dan menggunakan kipas untuk meniup udara dalam ruangan luar.

Tutup mulut menggunakan masker. 
Gunakan masker untuk menutup mulut kapan saja ketika di diagnosis tb merupakan langkah pencegahan TBC secara efektif. Jangan lupa untuk membuangnya secara tepat. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun)

Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan

Menghindari udara dingin
Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur

Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
 
Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein

Selain pencegahan TBC, menyelesaikan seluruh terapi obat sangat baik untuk melawan infeksi sehingga lebih cepat sembuh. Ini adalah langkah yang paling penting yang dapat diambil untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari tbc. Bila penderita menghentikan pengobatan dini atau melewatkan dosis, bakteri tbc memiliki kesempatan untuk mengembangkan mutasi yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup bahkan jika diberi obat tbc yang paling kuat sekalipun. Strain yang resistan terhadap obat yang dihasilkan jauh lebih mematikan dan sulit diobati.
 
Di negara-negara di mana TB yang lebih umum, bayi divaksinasi dalam upaya pencegahan TBC berat pada anak. Vaksin BCG tidak direkomendasikan untuk penggunaan umum karena tidak sangat efektif pada orang dewasa dan hal itu menyebabkan hasil positif palsu pada tes kulit. Sistem imunitas yang kuat dapat juga menjadi cara pencegahan bagi tubuh terhadap kuman penyakit TBC. Dengan pola hidup sehat, daya tahan tubuh kita diharapkan akan cukup kuat. Walaupun terkena kuman TB, tetap akan bertahan sehingga tidak akan menimbulkan gejala.
 
Pola hidup sehat dapat kita biasakan dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sinar matahari dapat masuk ke rumah sehingga tidak lembap, dan sirkulasi rumah yang baik. Tekanan stres dapat pula mempengaruhi daya tahan tubuh kita. Oleh karena itu, kesehatan mental dan jiwa pun harus mendapatkan perhatian agar pencegahan TBC bisa lebih maksimal.
Pencegahan TBC

Pencegahan TBC harus dilakukan ketika salah seorang dari kerabat kita ada yang tertular penyakit TBC. Karena penyakit TBC merupakan salah satu penyakit menular yang bisa ditularkan melalui dahak penderita TBC. Selain itu makanan yang mengandung kuman TBC juga bisa menjadi penyebab menyebarkan penyakit TBC.Cara Pencegahan TBCPencegahan TBC terkadang menjadi langkah yang dilupakan oleh sebagian orang. Jika seseorang memiliki tes positif untuk infeksi laten TBC, dokter mungkin menyarankan untuk mengkonsumsi obat untuk mengurangi resiko terkena tbc aktif. Satu-satunya jenis TBC yang menular adalah varietas aktif, saat itu mempengaruhi paru-paru. Jadi, jika dapat mencegah TBC dari menjadi aktif, penderita tersebut tidak akan mengirimkan TBC ke orang lain.

Pencegahan TBC Dengan Melindungi Diri dan Orang lain

Jika seseorang memiliki tbc aktif, hal pertama yang perlu dicatat adalah menjaga kuman dari diri sendiri. Hal ini biasanya memakan waktu beberapa minggu pengobatan dengan obat tbc sebelum tidak menular lagi. Ikuti tips ini untuk membantu menjaga dan pencegahan penyakit TBC kepada teman dan keluarga dari infeksi bakteri:

Tinggal di rumah. 
Jangan pergi kerja atau sekolah atau tidur di kamar dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan untuk tbc aktif.

Ventilasi ruangan. 
Kuman TBC menyebar lebih mudah dalam ruang tertutup kecil di mana udara tidak bergerak. Jika ventilasi ruangan masih kurang, membuka jendela dan menggunakan kipas untuk meniup udara dalam ruangan luar.

Tutup mulut menggunakan masker. 
Gunakan masker untuk menutup mulut kapan saja ketika di diagnosis tb merupakan langkah pencegahan TBC secara efektif. Jangan lupa untuk membuangnya secara tepat. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun)

Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan

Menghindari udara dingin
Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur

Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
 
Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein

Selain pencegahan TBC, menyelesaikan seluruh terapi obat sangat baik untuk melawan infeksi sehingga lebih cepat sembuh. Ini adalah langkah yang paling penting yang dapat diambil untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari tbc. Bila penderita menghentikan pengobatan dini atau melewatkan dosis, bakteri tbc memiliki kesempatan untuk mengembangkan mutasi yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup bahkan jika diberi obat tbc yang paling kuat sekalipun. Strain yang resistan terhadap obat yang dihasilkan jauh lebih mematikan dan sulit diobati.
 
Di negara-negara di mana TB yang lebih umum, bayi divaksinasi dalam upaya pencegahan TBC berat pada anak. Vaksin BCG tidak direkomendasikan untuk penggunaan umum karena tidak sangat efektif pada orang dewasa dan hal itu menyebabkan hasil positif palsu pada tes kulit. Sistem imunitas yang kuat dapat juga menjadi cara pencegahan bagi tubuh terhadap kuman penyakit TBC. Dengan pola hidup sehat, daya tahan tubuh kita diharapkan akan cukup kuat. Walaupun terkena kuman TB, tetap akan bertahan sehingga tidak akan menimbulkan gejala.
 
Pola hidup sehat dapat kita biasakan dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sinar matahari dapat masuk ke rumah sehingga tidak lembap, dan sirkulasi rumah yang baik. Tekanan stres dapat pula mempengaruhi daya tahan tubuh kita. Oleh karena itu, kesehatan mental dan jiwa pun harus mendapatkan perhatian agar pencegahan TBC bisa lebih maksimal.
Detail

Gangguan Tidur atau Insomnia dan Beberapa Cara Mengatasinya

Insomnia

Gangguan tidur atau sering disebut Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, psikolog akan sangat diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Pada terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan. Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur. Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. 

Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:


Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
Bekerja pada malam hari.
Sering berubah-ubah jam kerja.
Mengkonsumsi  alkohol yang berlebihan.
Efek samping obat.
Kerusakan pada otak.

Gejala Insomnia

Penderita mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur. Dalam Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah di masa lalu atau di masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur. Pada insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu, seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia. Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu, dan pasien dapat mengalami insomnia, berulang terus-menerus. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam mencoba untuk tidur, tidur menjadi lebih sulit diperoleh. Menonton jam saat setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha untuk tertidur. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang, dan tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing.

Cara Mengatasi Insomnia

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal. Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik. Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi. Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.

Banyak penderita insomnia mengantungkan hidupnya pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.Banyak orang mengaku mengidap insomnia. Tak sedikit di antaranya mengaku stres ketika tahu bahwa jam istirahatnya berantakan. Ada 4 langkah tepat yang dapat dilakukan ketika terkena insomnia.
 
  • Jauhkan diri dari alat elektronik
Terlalu sering berkutat dengan komputer, televisi, dan ponsel bahkan hingga larut malam membuat pikiran menjadi stres. Ada baiknya, saat jam malam tiba, kurangi aktivitas dengan alat-alat elektronik. Karena, selain berbahaya bagi kesehatan, alat-alat elektronik juga memicu stres yang berlebih. Insomnia pun melanda.
 
  • Bersantai
Salah satu penyebab insomnia adalah stres. Jika stres melanda, ada baiknya sebelum tidur bersantai terlebih dahulu. Sekadar duduk santai dengan secangkir teh hangat bisa menjadi relaksasi tersendiri bagi pikiran yang tengah stres.
 
  • Jangan panik
Di suatu cerita anak disebutkan bahwa jika mengalami insomnia, ada baiknya menghitung jumlah domba atau jam dengan mundur. Sayangnya, cara tersebut tidak selalu mempan. Karena, yang ada bukannya semakin cepat tidur, melainkan rasa paniklah yang melanda. Sebaiknya, lakukan kegiatan yang membuat Anda santai seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan. Intinya, fokuskan diri pada kegiatan yang menyenangkan.
 
  • Berpikir positif
Stres membuat banyak pikiran negatif berkumpul menjadi satu. Sebaiknya, tetap berpikir positif selama beraktivitas dalam keseharian. Tetap berpikir positif membuat pikiran menjadi relaks, tidur pun menjadi lebih nyenyak tanpa takut terkena insomnia.

Demikian sedikit penjelasan terkait insomnia dan beberapa cara mengatasinya, semoga bermanfaat dan dapat membantu mengatasi permasalahan tidur anda. Diambil dari berbagai sumber.

Insomnia

Gangguan tidur atau sering disebut Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, psikolog akan sangat diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Pada terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan. Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur. Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. 

Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:


Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
Bekerja pada malam hari.
Sering berubah-ubah jam kerja.
Mengkonsumsi  alkohol yang berlebihan.
Efek samping obat.
Kerusakan pada otak.

Gejala Insomnia

Penderita mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur. Dalam Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah di masa lalu atau di masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur. Pada insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu, seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia. Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu, dan pasien dapat mengalami insomnia, berulang terus-menerus. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam mencoba untuk tidur, tidur menjadi lebih sulit diperoleh. Menonton jam saat setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha untuk tertidur. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang, dan tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing.

Cara Mengatasi Insomnia

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal. Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik. Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi. Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.

Banyak penderita insomnia mengantungkan hidupnya pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.Banyak orang mengaku mengidap insomnia. Tak sedikit di antaranya mengaku stres ketika tahu bahwa jam istirahatnya berantakan. Ada 4 langkah tepat yang dapat dilakukan ketika terkena insomnia.
 
  • Jauhkan diri dari alat elektronik
Terlalu sering berkutat dengan komputer, televisi, dan ponsel bahkan hingga larut malam membuat pikiran menjadi stres. Ada baiknya, saat jam malam tiba, kurangi aktivitas dengan alat-alat elektronik. Karena, selain berbahaya bagi kesehatan, alat-alat elektronik juga memicu stres yang berlebih. Insomnia pun melanda.
 
  • Bersantai
Salah satu penyebab insomnia adalah stres. Jika stres melanda, ada baiknya sebelum tidur bersantai terlebih dahulu. Sekadar duduk santai dengan secangkir teh hangat bisa menjadi relaksasi tersendiri bagi pikiran yang tengah stres.
 
  • Jangan panik
Di suatu cerita anak disebutkan bahwa jika mengalami insomnia, ada baiknya menghitung jumlah domba atau jam dengan mundur. Sayangnya, cara tersebut tidak selalu mempan. Karena, yang ada bukannya semakin cepat tidur, melainkan rasa paniklah yang melanda. Sebaiknya, lakukan kegiatan yang membuat Anda santai seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan. Intinya, fokuskan diri pada kegiatan yang menyenangkan.
 
  • Berpikir positif
Stres membuat banyak pikiran negatif berkumpul menjadi satu. Sebaiknya, tetap berpikir positif selama beraktivitas dalam keseharian. Tetap berpikir positif membuat pikiran menjadi relaks, tidur pun menjadi lebih nyenyak tanpa takut terkena insomnia.

Demikian sedikit penjelasan terkait insomnia dan beberapa cara mengatasinya, semoga bermanfaat dan dapat membantu mengatasi permasalahan tidur anda. Diambil dari berbagai sumber.
Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alfatihah Herbal Medica - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger